RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 93 |
Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Anemia Bayi
Usia 6 - 36 Bulan
Relationship Between Maternal Anemia and The Incidence of
Anemia In Infants Aged 6-36 Months
Faurina Risca Fauzia
1)
, Evi Wahyuntari, Sri Wahtini
1)
Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah
Sidoarjo
Email : evi.wahyuntari@unisayogya.ac.id
ISSN 2548-2246 (online)
ISSN 2442-9139 (print)
Edited by:
Paramitha Amelia K
Reviewed by:
Ririn Ariyanti
*Correspondence : Evi
Wahyuntari
Evi.wahyuntari@unisayogya.ac.i
d
Received : 5 Agustus 2021
Accepted : 10 Agustus 2021
Published : 04 Oktober 2021
Citation : Faurina Risca Fauzia
(2021)
Hubungan Anemia pada Ibu
Hamil dengan Anemia Bayi
Usia 6-36 Bulan .
Midwiferia Jurnal Kebidanan.
7:2.
Doi :
10.21070/midwiferia.v7i2.163
ABSTRAK
Prevalensi anemia pada bayi dinegara berkembang yaitu 44-66%. Salah satu
penyebab anemia pada bayi yaitu terjadi anemia pada ibu saat kehamilan.
Tujuan penelitian untuk melihat hubungan anemia ibu dengan kejadian anemia
pada bayi usia 6-36 bulan. Penelitian kuantatif dengan pendekatan cross
sectional, populasi sebanyak 245 bayi Sampel yang digunakan bayi usia 6-36
bulan yang berkunjung di Wilayah kerja Puskesmas Kalasan. Penelitian
dilakukan bulan Februari - Oktober 2020. Kriteria inklusi: bayi umur 6-36
bulan, tidak memiliki riwayat penyakit infeksi,dan mempunyai buku KIA.
Kriteria eksklusi: bayi yang sedang sakit saat kunjungan imunisasi.
Pengumpulan data menggunakan Kueisoner data dasar a) data sosio demografi
(pekerjaan, umur, status pernikahan, dan pendidikan). Responden yang sesuai
kriteria, kemudian diberi informed consent. Responden yang bersedia menjadi
resposnden diminta mengisi lembar kuesioner data dasar yang telah
dikembangkan oleh peneliti. Kemudian diperiksa kadar hemoglobin pada bayi
dengan mengambil darah perifer. Analisa data menggunakan chi square.
Variabel umur, pendidikan, pekerjaan tidak ada hubungan dengan anemia terlihat
dengan nilai p > 0.05. Sedangkan variabel anemia ibu berhubungan dengan anemia
pada bayi dengan nilai p < 0.05dengan OR 13.7 dengan IK 95% 5,3-35,2 yang artinya
ibu hamil dengan anemia mempunyai kemungkinan 13,7 kali mengalami anemia
pada bayi umur 6-36 bulan. Anemia ibu berhubungan dengan anemia pada bayi
dengan OR 13.7 dengan yang artinya ibu hamil dengan anemia mempunyai
kemungkinan 13,7 kali mengalami anemia pada bayi umur 6-36 bulan.
Pemeriksaan Hb di anjurkan untuk semua bayi setelah usia 6 bulan untuk
deteksi dini dan pengobatan anemia terutama pada bayi dengan riwayat anemia
pada ibu
Kata kunci : Anemia bayi; Anemia ibu; kadar HB; Gizi
RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 94 |
ABSTRACT
The prevalence of anemia in infants in developing countries is 44-66%. One of
the causes OF anemia in infants is anemia in the mother during pregnancy. The
purpose of this study was to determine the relationship between maternal
anemia and the incidence of anemia in infants aged 6-36 months. Methods:
Quantitative research with a cross sectional approach. The population was 245
infants. The sample used was infants aged 6-36 months who visited the working
area of the Kalasan Health Center. The study was conducted in February -
October 2020. Inclusion criteria: infants aged 6-36 months, had no history of
infectious diseases, and had an KIA handbook. Exclusion criteria: infants who
were sick at the time of the immunization visit. Data collection using a basic
data questionnaire socio-demographic data (occupation, age, marital status, and
education). Respondents who met the criteria were then given informed
consent. Respondents who are willing to become respondents are asked to fill
out a basic data questionnaire that has been developed by the researcher. Then
the hemoglobin level in the baby is checked by taking peripheral blood. Data
analysis using chi square. Result: variables of age, education, occupation have
no relationship with anemia seen with p value > 0.05. While the variable of
maternal anemia was associated with anemia in infants with ap value of <0.05
with an OR of 13.7 with a 95% CI of 5.3-35.2, which means that pregnant
women with anemia have 13.7 times the possibility of experiencing anemia in
infants aged 6-36 months. Maternal anemia is associated with anemia in infants
with an OR of 13.7, which means that pregnant women with anemia have 13.7
times the possibility of experiencing anemia in infants aged 6-36 months. Hb
examination is recommended for all infants after the age of 6 months for early
detection and treatment of anemia, especially in infants with a history of anemia
in the mother.
Keywords : Antiseptic Soap, Chi Square Test, Vaginal Discharge
RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 95 |
1. PENDAHULUAN
Anemia merupakan masalah gizi yang
umum didunia terutama dinegara berkembang
(1). Anemia pada anak yaitu tidak mempunyai
cukup darah merah atau hemoglobin, di mana
hemoglobin adalah tipe protein yang
memungkinkan sel darah merah untuk
membawa oksigen keseluruh tubuh. Prevalensi
anemia pada anak dan remaja di Indonesia
mencapai 53,9% (2).
Prevalensi kejadian anemia pada bayi
bervariasi. Di Ethiophia prevelensi anemia
pada bayi 37,3% (3), sedangkan di Burma
prevalensi anemia pada bayi 72,6% (1).
Menurut Lozoff prevalensi anemia pada bayi
dinegarea berkembang yaitu 44-66% (4).
Puncak dari anemia pada bayi yaitu pada umur
6-24 bulan. Pemerintah Indonesia memiliki
program Gerakan 1000 Hari Pertama
Kehidupan (1000 HPK) yang bertujuan untuk
mempercepat perbaikan gizi dan kehidupan
anak-anak Indonesia dimasa mendatang.
Anemia pada bayi dimulai sejak masa
kehamilan. Dampak dari Ibu hamil dengan
anemia bisa berupa bayi berat lahir rendah,
tingginya angka kesakitan dan kematian. Bayi
yang dilahirkan dari ibu dengan anemia
berpotensi defisiensi zat besi dan anemia pada
awal kehidupan (2). Faktor anemia pada bayi
yaitu pengenalan makanan tambahan yang
terlalu dini, stunting, nutrisi yang buruk (5).
Makanan rendah zat besi, lahir premature, dan
Pendapatan (6). Faktor lain penyebab anemia
pada bayi adalah masa menyusui yang kurang
dari 6 bulan, MP ASI diberikan kurang atau
lebih dari usia 6 bulan, dan MP-ASI yang
belum berkualitas (7).
Dampak anemia pada anak berhubungan
dengan status kesehatan yang buruk dan
perkembangan fisik (stunting, wasting) (8),
bayi dengan berat lahir rendah (9),
keterlambatan mental (10), dan keterlambatan
perkembangan motorik yang merupakan faktor
penyebab rendahnya kemampuan belajar dan
kemampuan kerja dan meningkatkan risiko
kematian dan kesakitan pada anak, dan anemia
pada ibu berhubungan dengan anemia pada
bayi (11)(12)(13). Cadangan besi di otak yang
menurun akan berpengaruh pada sintesis
enzim, penurunan neurotransmiter seperti
serotinin, dopamin, dan andrenalin yang mana
akan menyebabkan perubahan perilaku dan
penurunan kemampuan anak.
Cadangan besi bayi yang rendah menjadi
faktor risiko defisiensi besi. Selain itu Masa
kehamilan berhubungan dengan keadaan anak
masa datang, ibu dengan defisiensi besi selama
kehamilan akan berpengaruh pada kekurangan
RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 96 |
besi pada masa bayi atau anak (4). Pemeriksaan
kadar Hb diperlukan untuk mendeteksi anemia
pada bayi, guna mengetahui tanda dan gejala
anemia (pucat pada konjungtiva, lidah, telapak
tangan dan kuku). Sedangkan anak yang
mengalami gagal jantung, mudah lelah,
takipnea, edema dan hepatomegaly sering
ditemui pada kasus anemia berat pada anak.
Penelitian ini bertujuan melihat hubungan
antara ibu yang anemia dengan kejadian
anemia bayi usia 6-36 bulan dan melihat
karakteristik anemia pada bayi tersebut.
2. METODE PENELITIAN
Desain penelitian: Penelitian kuantitatif
observasional. Penelitian dilakukan dengan
pendekatan cross sectional, untuk mengetahui
hubungan anemia pada ibu hamil dengan
kejadian anemia pada bayi. Populasinya
meliputi 245 bayi yang telah berkunjung di
wilayah kerja Puskesmas Kalasan sejak bulan
Januari 2018 sampai dengan Desember 2018.
Sampel yang terlibat dalam penelitian ini
merupakan bayi yang berusia 6-36 bulan dan
berkunjung untuk imunisasi di Wilayah kerja
Puskesmas Kalasan.
Kriteria inklusi : bayi umur 6-18 bulan,
tidak memiliki riwayat penyakit infeksi,dan
mempunyai buku KIA. Kriteria eksklusi: bayi
yang sedang sakit saat kunjungan imunisasi.
Teknik pengambilan sampel berdasarkan
Perhitungan besar sampel pada penelitian ini
menggunakan tabel ukuran sampel menurut
penelitian korelasi oleh Hulley et al (2007)
dimana nilai kesalahan tipe α 5%, kesalahan
tipe β sebesar 20%, dan kekuatan hubungan
(r)=0,25, sehingga diperoleh sampel 135
responden dengan penambahan responden 10%
guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya
subyek penelitian yang terpilih drop out maka
keseluruhan jumlah sampel menjadi 150
responden.
Alat pengumpulan data : Kueisoner data
dasar meliputi data sosio demografi (umur,
pendidikan, pekerjaan dan status pernikahan),
Lembar pengukuran kadar Hb, Pemeriksaa Hb
digital untuk mengukur kadar hemoglobin pada
bayi dengan mengambil darah perifer. Metode
pengumpulan data : penelitian dilakukan di
wilayah kerja Puskesmas Kalasan pada bayi
usia 6-36 bulan yang melakukan kunjungan
sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Responden
yang sudah sesuai kriteria mendapatkan
penjelasan langsung tentang maksud dan tujuan
penelitian dan diminta untuk menulis
pernyataan persetujuan menjadi responden.
Responden yang bersedia menjadi resposnden
diminta mengisi lembar kuesioner data dasar
RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 97 |
yang telah dikembangkan oleh peneliti. Analisa
data menggunakan Chi Square.
3. HASIL PENELITIAN
Pelaksnaan penelitian dilakukan mulai bulan
Februari - Oktober 2020. Diperoleh data
karakterisytik responden sebagi berikut :
Tabel 1. Karakteristik Responden
Variabel
Jumlah
Prosentase
Umur
<20 atau
>35 tahun
32
21,3
20-35
tahun
118
78,7
Pendidikan
Rendah
39
26
Tinggi
111
74
Pekerjaan
Bekerja
52
34,7
Tidak
bekerja
98
65,3
Anemia Ibu
Anemia
70
46,7
Tidak
anemia
80
53,3
Berdasarkan tabel 1 di dapatkan
karakteristik ibu dengan anemia sebanyak 70
(46,7 %) responden mengalami anemia saat
hamil, dengan kisaran umur responden
terbanyak pada usia reproduktif yaitu 118
(78.7%) Pendidikan responden rata2
berpendidikan tinggi 111 (74%) dan sebagian
besar responden tidak bekerja 98 (65,3%).
Tabel 2. Karakteristik Bayi
Variabel
Jumlah
Prosentase
Umur
49
32.7
79
52.7
22
14.7
Jenis Kelamin
Perempuan
Laki-laki
79
71
66
34
Anemia Bayi
Anemia
99
66
Tidak
anemia
51
34
Berdasarkan tabel 2 karakteristik bayi di dapatkan
99 (66%) responden mengalami anemia dengan umur >
12 bulan sebanyak 81 (54%) responden.
RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 98 |
Tabel 3. Hubungan data demografi dengan anemia pada bayi
Variabel
Anemia Bayi
P value
OR (95%CI)
Ya
Tidak
Umur
<20 atau >35 tahun
25
7
0.14
2.1 (7-3,2)
20-35 tahun
74
44
Tingkat Pendidikan
Rendah
25
14
0.85
0.89 (0.4-1.9)
Tinggi
74
37
Status Pekerjaan
Bekerja
37
15
0.37
0.69 (0.3-1.4)
Tidak bekerja
62
36
Anemia Ibu
Anemia
64
6
0.00
13.7 (5,3-35,2)
Tidak anemia
35
45
Berdasarkan tabel 3 di dapatkan hasil
bahwa variabel umur, pendidikan, pekerjaan
tidak ada hubungan dengan anemia terlihat
dengan nilai p > 0.05. Sedangkan variabel
anemia ibu berhubungan dengan anemia pada
bayi dengan nilai p < 0.05dengan OR 13.7
dengan IK 95% 5,3-35,2 yang artinya ibu hamil
dengan anemia mempunyai kemungkinan 13,7
kali mengalami anemia pada bayi umur 6-36
bulan.
4. PEMBAHASAN
Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat
hubungan antara anemia pada ibu dengan
kejadian anemia pada bayi usia 6-36 bulan.
Dalam penelitian sebelumnya prevalensi
anemia apada bayi beragam. Penelitian
Gebreegziabiher, et al (2014) didapatkan
prevalensi anemia pada balita sebesar 37.3 %
(15) dengan rentang umur 6-23 bulan
sedangkan di Nepal prevalensi anemia 52.9 %
(16). Pengukuran anemia pada bayi
berdasarkan kadar hemoglobin dimana WHO
menetapkan standar anemia pada anak usia 6-
59 bulan yaitu < 11 gr/dl (17).
Anemia adalah kondisi kekurangan zat
besi dalam tubuh dalam waktu lama sehingga
berdampak pada pertumbuhan dan
perkembangan sel dan juga sistem saraf.
Kurangnya zat besi sebagai salah satu mineral
penting untuk mengangkut oxygen dalam
hemoglobin yang merupakan penyebab utama
anemia (18).
RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 99 |
Faktor penyebab terjadinya anemia pada
bayi adalah waktu menyusui yang singkat,
pendidikan ibu dan anemia pada bayi (7).
Faktor lain penyebab anemia umur ibu (19) (5),
bayi kurang dari 24 bulan dan anak yang tidak
mengkonsumsi zat besi (19). Makanan
pendamping ASI yang kurang bervariasi,
stunting, pengenalan makanan pendamping
ASI terlalu dini atau bahkan malah terlambat
diberikan (lebih dari 6 bulan) (5). Penelitian
sebelumnya di dapatkan Anemia pada ibu
merupakan faktor penyebab anemia pada bayi
(16) (13) (20) (21) (15). Sesuai dengan hasil
penelitian ini dijelaskan bahwa ibu hamil yang
anemia memiliki hubungan yang signifikan
terhadap kejadian anemia pada bayi umur 6-36
bulan dengan nilai p < 0.05.
Anemia pada bayi dimulai sejak masa
kehamilan. Dampak ibu hamil dengan anemia
bisa berupa bayi berat lahir rendah, angka
kesakitan dan kematian bayi yang meningkat.
Bayi yang lahir dari ibu dengan anemia,
berresiko besar mengalami kekurangan zat
besi, dan anemia di awal kehidupan bayi (18),
yang mana akan berdampak pada
perkembangan kognitif dan pertumbuhan fisik
bayi (22). Kebutuhan zat besi pada bayi
biasanya dimulai pada trimester akhir dalam
kehamilan dan setelah bayi lahir pada usia 4-6
bulan cadangan besi akan turun. Hal tersebut
diperparah pada bayi dengan BBLR, dimana
bayi BBLR tidak memilki cadangan besi yang
cukup.
Hasil penelitian ini di dapatkan bahwa
kejadian anemia pada anak usia < 12 bulan
lebih berisiko anemia bila dibandingkan
dengan yang berumur > 12 bulan, hal ini sesuai
dengan penelitian Gebreegziabiher, et al (2014)
(15). Salah satu upaya mengurangi resiko
anemia pada bayi usia di atas 6 bulan yaitu
dengan Makanan Pendamping ASI yang tepat
jumlah makanannya, diberikan tepat waktu,
dan makanan yang diberika berkualitas serta
tetap memberikan ASI sampai bayi berusia 24
bulan (16). Penelitian di Nepal di dapatkan
bahwa anak dengan anemia pada ibu berisiko 1,
99 kali untuk terjadi anemia (16).
Penelitian di Hunan, China di dapatkan ibu
dengan anemia sedang/anemia berat
merupakan faktor risiko independen anemia
masa kanak-kanak dan secara signifikan terkait
dengan anemia sedang / berat pada masa kanak-
kanak. Dibandingkan dengan anak yang lahir
dari ibu tanpa anemia sedang / berat, risiko
anemia sedang / berat pada anak yang lahir dari
ibu dengan anemia sedang / berat meningkat
133%, dan risiko anemia secara keseluruhan
meningkat 77%. Oleh karena itu, perawatan
RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 100 |
prenatal dan nutrisi kehamilan ibu serta
penanganan anemia ibu secara cepat sangat
penting untuk pencegahan anemia pada anak
(21). Hal tersebut disebakan oleh anemia pada
ibu akan mneyebabkan simpanan zat besi yang
tidak adekuat pada bayi dan lebih mungkin
menyebabkan defisiensi besi pada bayi setelah
lahir.
Penelitian sebelumnya yaitu cohort study
yang dilakukan di India di dapatkan bahwa
kadar feritin pada bayi yang lahir dari ibu
anemia lebih rendah bila di bandingkan dengan
kadar feritin bayi baru lahir pada ibu non
anemia (23). Sedangkan pada penelitian
observasional yang dilakukan di Afrika
dijelaskan bahwa presentase kejadian anemia
pada bayi usia 6-59 bulan disebabkan karena
ibu anemia bisa mencapai 52-71% (13).
Energi diperlukan bayi per kilogram berat
badannya lebih tinggi dibandingkan tahapan
usia berikutnya. Pada usia 0-6 bulan balita
memenuhi kebutuhan gizinya dari Air Susu
Ibu. ASI eksklusif diberikan dengan syarat
berat badan lahir normal dan tidak diberikan
minuman/ makanan lain selain ASI. Saat sudah
masuk usia 6 bulan, sebaiknya segera diberikan
Makanan Pendamping ASI sesuai anjuran
WHO. WHO menyarankan jika tumbuh
kembang bayi normal, disarankan pemberian
MP-ASI tidak terlalu cepat (kurang dari 6
bulan) karena sistem pencernaan bayi belum
mampu berfungsi dengan sempurna, yang
mana pada dasarnya organ tubuh bayi belum
mampu mencerna makanan selain ASI (26).
Balita usia 6-12 bulan memiliki kapasitas
pencernaan, enzim pencernaan, dan
kemampuan metabolisme yang lebih baik dan
siap menerima makanan lain selain ASI. Pada
usia diatas 6 bulan keatas, terjadi peningkatan
kebutuhan zat besi yang sudah tidak bisa
dipenuhi dengan pemberian ASI saja. Pada usia
inilah bayi sangat rentan terkena anemia
defisiensi besi apabila pemberian MP ASInya
belum tepat. Sesuai dengan anjuran WHO, bayi
sebaiknya diberikan ASI melalui IMD,
diberikan ASI eksklusif 6 bulan, diberikan MP-
ASI tepat di usia 6 bulan dan tetap melanjutkan
pemberian ASI sampai usia 2 bulan (24).
Dampak Anemia bayi pada perkembangan
kognitif dan pertumbuhan fisik (22) antara lain
perkembangan bahasa yang lambat pada anak
dengan anemia (25). Penelitian yang dilakukan
Akca et al (2017) terhadap anak pra sekolah
didapatkan bahwa anak dengan anemia ringan
berefek pada perkembangan system saraf
setelah dilakukan tes menggunakan DDST II
(26).
RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 101 |
5. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Anemia ibu berhubungan dengan anemia pada
bayi dengan OR 13.7 dengan yang artinya ibu hamil
dengan anemia mempunyai kemungkinan 13,7 kali
mengalami anemia pada bayi umur 6-36 bulan.
Saran
Pemeriksaan Hb di anjurkan untuk semua bayi
setelah usia 6 bulan untuk deteksi dini dan
pengobatan anemia terutama pada bayi dengan
riwayat anemia pada ibu.
Ucapan Terimakasih
Terimakasih kami ucapakan kepada
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang
telah memebrikan pendanaan pada penelitian ini
dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang telah
memberikan dukungan.
6. REFERENSI
Zhao A, Zhang Y, Peng Y, Li J, Yang T, Liu Z, et
al. Prevalence of Anemia and Its Risk
Factors Among Children 6 36 Months Old
in Burma. 2012;87(2):30611.
Widjaja IR, Widjaja FF, Santoso LA,
Wonggokusuma E. Paediatrica Indonesiana.
2014;54(2):8893.
Gebreegziabiher G, Etana B, Niggusie D.
determinant of anemia in children,northern
Ethiopia. Hindawi Publ Corp.
2014;10(11):5563.
Lozoff B. Iron deficiency and child development.
2007;28(4):56071.
Woldie H, Kebede Y, Tariku A. Factors Associated
with Anemia among Children Aged 6-23
Months Attending Growth Monitoring at
Tsitsika Health Center, Wag-Himra Zone,
Northeast Ethiopia. J Nutr Metab.
2015;2015.
Abdullah K, Hospital T. Iron-deficiency anemia in
children. 2010.
Modestine M, Sop K, Mananga M. Risk factors of
anemia among young children in rural
Cameroon. 2015;4(3):92535.
Iftikhar A, Bari A, Zeeshan F, Jabeen U, Masood
Q, Waheed A. Maternal Anemia and its
Impact on Nutritional Status of Children
Under the Age of Two Years.
2018;5(3):451922.
Rahmati S, Delpishe A, Azami M, Reza M, Ahmadi
H, Sayehmiri K. Maternal Anemia during
pregnancy and infant low birth weight: A
systematic review and Meta-analysis. J
Reprod Biomed. 2017;15(3):12534.
Ouf N, Jan M. The impact of maternal iron
deficiency and iron deficiency anemia. Saudi
Med Joiurnal. 2015;36(2):1469.
Burman D, Burman D. Haemoglobin Levels in
Normal Infants Aged 3 to 24 Months , and
the Effect of Iron. 1972;12(October 1971).
Savoie N, Rioux F. Impact of Maternal Anemia on
the Infant ’ s Iron Status at 9 Months of Age.
Can J Public Heal. 2002;93(3):2037.
Ntenda PAM, Nkoka O, Bass P, Senghore T.
Maternal anemia is a potential risk factor for
anemia in children aged 6 59 months in
Southern Africa : a multilevel analysis. BMC
Public Health. 2018;18(650):113.
Hulley S, Cummings S, Browner W, Grady D,
Newman T. Designing Clinical Research
Third edition. Philadelpia: Lippincott
Williams&Wilkins; 2007.
Gebreegziabiher G, Etana B, Niggusie D.
Determinants of Anemia among Children
Aged 6 59 Months Living in Kilte
Awulaelo Woreda , Northern Ethiopia.
Hindawi Pusb;ising Coorporation.
2014;2014.
Rocky M, Chowdhury K, Khan MH, Hafiz T.
RESEARCH ARTICLE
Published: 04 Oktober 2021
DOI : 10.21070/midwiferia.v7i2.1633
Midwiferia Jurnal Kebidanan | https://midwiferia.umsida.ac.id/index.php/midwiferia Oktober 2021 | Volume 7 | Issue 2 102 |
Prevalence and risk factors of childhood
anemia in Nepal : A multilevel analysis.
PLoS One. 2020;15(10):118.
Who. Haemoglobin concentrations for the
diagnosis of anaemia and assessment of
severity. Geneva, Switzerland: World Health
Organization. 2011. p. 16.
WHO. GUIDELINE DAILY IRON. Geneva:
WHO; 2016.
Zuffo CRK, Osório MM, Taconeli CA, Schmidt
ST, da Silva BHC, Almeida CCB.
Prevalência e fatores de risco da anemia em
crianças. J Pediatr (Rio J). 2016;92(4):353
60.
Engidaye G, Melku M, Yalew A, Getaneh Z, Asrie
F, Enawgaw B. Under nutrition, maternal
anemia and household food insecurity are
risk factors of anemia among preschool aged
children in Menz Gera Midir district, Eastern
Amhara, Ethiopia: A community based
cross-sectional study. BMC Public Health.
2019;19(1):111.
Li H, Xiao J, Liao M, Huang G, Zheng J, Wang H,
et al. Anemia prevalence, severity and
associated factors among children aged 6-71
months in rural Hunan Province, China: A
community-based cross-sectional study.
BMC Public Health. 2020;20(1):114.
Grantham-McGregor S, Ani C. Iron-deficiency
anemia: reexamining the nature and
magnitude of the public health problem. J
Nutr. 2001;131(2):649S-668S.
Shukla AK, Srivastava S, Verma G. Effect of
maternal anemia on the status of iron stores
in infants: A cohort study. J Family
Community Med. 2019;26(2):11822.
Susilowati. Gizi dalam Daur Kehidupan. Ndung:
PT. Refika Aditama; 2016.
Santos J, Rates S, Lemos S, Lamounier J.
Consequences of anemia on language
development of children from a public day
care center. J Pediatr. 2009;27(1):6773.
Akca SA, Bostanci MO. The impact of anemia and
body mass index ( BMI ) on neuromotor
development of preschool children.
Medicine (Baltimore). 2017;63(9):77986.